4.21.2012

Pengenalan: Teori Kognitif Sosial



Tentu para pembaca berasa hairan dengan tajuk isi entri sang penulis kali ini, molek kiranya sang penulis berkongsi serba sedikit tentang hasil pengkajian kumpulan sang penulis dalam subjek Psikologi Perkembangan. Teori Kognitif Sosial. Oleh kerana sumber tentang teori ini di Malaysia agak tipis terutama dari segi pencarian melalui ustaz Google dan so on, jadi sang penulis ingin berkongsi juga buat rujukan pengkaji yang akan datang. InsyaAllah moga bermanfaat.


Bandura



Albert Bandura sangat terkenal dengan teori pembelajaran social ( Social Learning Teory ) salah satu konsep dalam aliran behaviorisme yang menekankan pada komponen kognitif dari fikiran, pemahaman dan evaluasi. Ia seorang psikologi yang terkenal dengan teori belajar sosial atau kognitif sosial serta efikasi diri. Eksperimen yang sangat terkenal adalah eksperimen Bobo Doll yang menunjukkan anak – anak meniru seperti perilaku agresif dari orang dewasa disekitarnya.



Teori kognitif sosial (social cognitive theory) yang dikemukakan oleh Albert Bandura menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif serta faktor pelaku memainkan peranan penting dalam pembelajaran. Faktor kognitif berupa ekspektasi/ penerimaan siswa untuk meraih keberhasilan, faktor sosial mencakup pengamatan siswa terhadap perilaku orang tuanya. Albert Bandura merupakan salah satu perancang teori kognitif sosial. Menurut Bandura ketika siswa belajar mereka dapat merepresentasikan atau mentrasformasi pengalaman mereka secara kognitif. Bandura tidak bersetuju dengan pendapat bahawa manusia boleh berfikir dan menyusun tingkah laku mereka sendiri. Sebab akibat milik hidup seseorang individu tidak hanya dimiliki oleh persekitaran, kerana manusia dan persekitaran saling memberi kesan antara satu sama lain.



Menurut Bandura, perlakuan seseorang adalah hasil interaksi faktor dalam diri (kognitif) dan lingkungan. Untuk menjelaskan pandangan ini, beliau telah mengemukakan teori tentang imitasi. Bersama dengan Walter (1963) dia mengadakan penelitian pada anak-anak dengan cara menonton orang dewasa memukul, mengetuk dengan tukul besi dan menumbuk sambil menjerit-jerit ‘sockeroo’ dalam film. Setelah menonton film anak-anak ini diarah bermain di ruang permainan dan terdapat patung seperti yang ditayangkan dalam film. Setelah kanak-kanak tersebut melihat patung tersebut, mereka meniru aksi-aksi yang dilakukan oleh orang yang mereka tonton dalam filem.





Bandura mengembangkan model deterministic resipkoral yang terdiri dari tiga faktor utama iaitu perilaku, person/kognitif dan lingkungan. Faktor ini saling berinteraksi dalam proses pembelajaran. Faktor lingkungan mempengaruhi perilaku,perilaku mempengaruhi lingkungan, faktor person/kognitif mempengaruhi perilaku.Faktor person Bandura tidak punya kecenderungan kognitif terutama pembawaan personaliti dan temperamen. Faktor kognitif mencakup ekspektasi, keyakinan,strategi pemikiran dan kecerdasan.



Dalam model pembelajaran Bandura, faktor person (kognitif) memainkan peranan penting. Faktor person (kognitif) yang dimaksud saat ini adalah self-efficasy atau efikasi diri. Reivich dan Shatté (2002) mendefinisikan efikasi diri sebagai keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi dan memecahkan masalah dengan efektif. Efikasi diri juga bererti meyakini diri sendiri mampu berhasil dan sukses. Individu dengan efikasi diri tinggi memiliki komitmen dalam memecahkan masalahnya dan tidak akan menyerah ketika menemukan bahawa strategi yang sedang digunakan itu tidak berhasil. Menurut Bandura(1994), individu yang memiliki efikasi diri yang tinggi akan sangat mudah dalam menghadapi tentangan. Individu tidak merasa ragu karena ia memiliki kepercayaan yang penuh dengan kemampuan dirinya. Individu ini menurut Bandura (1994) akan cepat menghadapi masalah dan mampu bangkit dari kegagalan yang ia alami.




Menurut Bandura proses mengamati dan meniru perilaku dan sikap orang lain sebagai model merupakan tindakan belajar. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif, perilaku dan pengaruh lingkungan. Situasi lingkungan sekitar individu sangat berpengaruh pada pola belajar sosial jenis ini. Contohnya, seseorang yang hidupnya dan dibesarkan di dalam lingkungan judi, maka dia cenderung untuk memilih bermain judi, atau sebaliknya menganggap bahwa judi itu adalah tidak baik.



Bandura (1977) menyatakan bahwa "Learning would be exceedingly laborious, not to mention hazardous, if people had to rely solely on the effects of their own action to inform them what to do. Fortunately, most human behavior is learned observationally through modeling: from observing others one form an idea of her new behavior are performed, and on later occasion this coded information serves as a guide for action".



Teori Kognitif Sosial (Social Cognitive Theory) merupakan penamaan baru dari Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory) yang dikembangkan oleh Albert Bandura. Penamaan baru dengan nama Teori Kognitif Sosial ini dilakukan pada tahun 1970-an dan 1980-an. Idea pokok dari pemikiran Bandura (Bandura, 1962) juga merupakan pengembangan dari idea Miller dan Dollard tentang belajar meniru (imitative learning). Pada beberapa publikasinya, Bandura telah mengelaborasi proses belajar sosial dengan faktor-faktor kognitif dan behavioral yang memengaruhi seseorang dalam proses belajar sosial. Teori ini sangat berperanan dalam mempelajari efek dari isi media massa pada khalayak media di level individu.




Kuala Lumpur


No comments:

Post a Comment