6.03.2012
Pemulihan Lokus Kawalan (Recovery Locus of Control) Part 5
Lokus Kawalan (Locus of Control) Part 4
Efikasi Kendiri (Self-Efficacy) Part 3
Bandura (1995) menjelaskan efikasi kendiri (self-efficacy) sebagai kepercayaan kepada keupayaan seseorang untuk mengorganisasi dan melaksanakan sesiri aksi yang dikehendaki untuk menangani pelbagai situasi. Prinsip asas teori efikasi kendiri ialah pencapaian dan motivasi individu ditentukan oleh kepercayaan terhadap diri sendiri (Bandura 1982). Individu lebih cenderung untuk melibatkan diri dalam aktivti yang mereka mempunyai efikasi kendiri yang tinggi berbanding dengan aktiviti yang lain (Van der Bijl & Shortridge-Baggett 2002). Efikasi kendiri menyediakan asas kepada motivasi manusia (human motivation), kesejahteraan (well-being), dan pencapaian peribadi (personal accomplishment). Hal ini disebabkan individu mempunyai insentif yang tinggi untuk menghadapi cabaran dan dapat menjana hasil yang diingini apabila individu tersebut diberi kepercayaan.
Aplikasi Teori Kognitif Sosial Part 2
Struktur yang Bandura membentangkan dalam Teori Kognitif Sosial (SCT) merangkumi komponen-komponen penting yang perlu kita mengambil perhatian apabila mengalami proses pengubahsuaian tingkah laku. Penekanan SCT Bandura mewujudkan rangka fleksibel untuk memperbaiki pelbagai situasi bekerja dan tabiat peribadi. Pendekatan beliau adalah mudah, menggunakan persefahaman bersama, dan berorientasikan tindakan, mengabaikan abstrak untuk kebolehan kerja.
4.21.2012
Pengenalan: Teori Kognitif Sosial
Tentu para pembaca berasa hairan dengan tajuk isi entri sang penulis kali ini, molek kiranya sang penulis berkongsi serba sedikit tentang hasil pengkajian kumpulan sang penulis dalam subjek Psikologi Perkembangan. Teori Kognitif Sosial. Oleh kerana sumber tentang teori ini di Malaysia agak tipis terutama dari segi pencarian melalui ustaz Google dan so on, jadi sang penulis ingin berkongsi juga buat rujukan pengkaji yang akan datang. InsyaAllah moga bermanfaat.

Bandura mengembangkan model deterministic resipkoral yang terdiri dari tiga faktor utama iaitu perilaku, person/kognitif dan lingkungan. Faktor ini saling berinteraksi dalam proses pembelajaran. Faktor lingkungan mempengaruhi perilaku,perilaku mempengaruhi lingkungan, faktor person/kognitif mempengaruhi perilaku.Faktor person Bandura tidak punya kecenderungan kognitif terutama pembawaan personaliti dan temperamen. Faktor kognitif mencakup ekspektasi, keyakinan,strategi pemikiran dan kecerdasan.
Dalam model pembelajaran Bandura, faktor person (kognitif) memainkan peranan penting. Faktor person (kognitif) yang dimaksud saat ini adalah self-efficasy atau efikasi diri. Reivich dan Shatté (2002) mendefinisikan efikasi diri sebagai keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi dan memecahkan masalah dengan efektif. Efikasi diri juga bererti meyakini diri sendiri mampu berhasil dan sukses. Individu dengan efikasi diri tinggi memiliki komitmen dalam memecahkan masalahnya dan tidak akan menyerah ketika menemukan bahawa strategi yang sedang digunakan itu tidak berhasil. Menurut Bandura(1994), individu yang memiliki efikasi diri yang tinggi akan sangat mudah dalam menghadapi tentangan. Individu tidak merasa ragu karena ia memiliki kepercayaan yang penuh dengan kemampuan dirinya. Individu ini menurut Bandura (1994) akan cepat menghadapi masalah dan mampu bangkit dari kegagalan yang ia alami.

Menurut Bandura proses mengamati dan meniru perilaku dan sikap orang lain sebagai model merupakan tindakan belajar. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif, perilaku dan pengaruh lingkungan. Situasi lingkungan sekitar individu sangat berpengaruh pada pola belajar sosial jenis ini. Contohnya, seseorang yang hidupnya dan dibesarkan di dalam lingkungan judi, maka dia cenderung untuk memilih bermain judi, atau sebaliknya menganggap bahwa judi itu adalah tidak baik.
Bandura (1977) menyatakan bahwa "Learning would be exceedingly laborious, not to mention hazardous, if people had to rely solely on the effects of their own action to inform them what to do. Fortunately, most human behavior is learned observationally through modeling: from observing others one form an idea of her new behavior are performed, and on later occasion this coded information serves as a guide for action".
Teori Kognitif Sosial (Social Cognitive Theory) merupakan penamaan baru dari Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory) yang dikembangkan oleh Albert Bandura. Penamaan baru dengan nama Teori Kognitif Sosial ini dilakukan pada tahun 1970-an dan 1980-an. Idea pokok dari pemikiran Bandura (Bandura, 1962) juga merupakan pengembangan dari idea Miller dan Dollard tentang belajar meniru (imitative learning). Pada beberapa publikasinya, Bandura telah mengelaborasi proses belajar sosial dengan faktor-faktor kognitif dan behavioral yang memengaruhi seseorang dalam proses belajar sosial. Teori ini sangat berperanan dalam mempelajari efek dari isi media massa pada khalayak media di level individu.
Kuala Lumpur



